Tugas Politik Islam

 Review Bab 6 

“Politik Syi’ah dan Khawarij”


Nama : Yustito

Nim : C1E121097

Kelas : A

MK : Politik Islam


Syi'ah

  Syi'ah adalah salah satu aliran atau mazhab dalam Islam yang muncul pada abad pertama Hijriah. Mereka percaya bahwa kepemimpinan umat Islam setelah Nabi Muhammad SAW seharusnya berada di tangan Ali bin Abi Thalib dan keturunannya. Syi'ah menolak kepemimpinan Abu Bakar, Umar, dan Utsman yang umumnya diakui oleh umat Islam Sunni.

Salah satu prinsip dasar ajaran Syi'ah adalah konsep Imamah, yaitu kepercayaan bahwa Imam yang suci dan ma'shum (terjaga dari dosa) harus memimpin umat Islam. Para Imam ini diyakini mendapatkan pengetahuan dan otoritas keagamaan secara langsung dari Nabi Muhammad SAW. Konsep Imamah ini berbeda dengan konsep Khilafah yang dianut oleh Sunni.

Secara politik, Syi'ah percaya bahwa kepemimpinan Islam seharusnya berada di tangan keluarga Nabi (Ahl al-Bayt) yang diwakili oleh Ali bin Abi Thalib dan keturunannya. Mereka menolak kepemimpinan Khulafa' Rasyidin yang tidak berasal dari keluarga Nabi. Syi'ah meyakini bahwa Ali bin Abi Thalib memiliki hak yang sah atas kepemimpinan umat Islam setelah Nabi wafat. Selain itu, Syi'ah juga meyakini adanya Mahdi, seorang pemimpin yang akan muncul di akhir zaman untuk memulihkan keadilan dan kemakmuran di dunia. Keyakinan ini berbeda dengan Sunni yang tidak memiliki konsep Mahdi yang serupa.

Dalam sejarah, Syi'ah pernah menjadi kekuatan politik yang signifikan, terutama pada masa Dinasti Buwaihiyah (932-1055 M) dan Dinasti Safawiyah (1501-1736 M) di Persia. Pada masa itu, Syi'ah menjadi mazhab resmi negara dan memainkan peran penting dalam politik dan pemerintahan. Meskipun begitu, Syi'ah juga mengalami perjuangan yang panjang untuk mempertahankan eksistensi mereka. Mereka sering menghadapi penindasan dan diskriminasi dari penguasa Sunni, seperti yang terjadi pada masa Dinasti Umayyah dan Abbasiyah. Hal ini menyebabkan Syi'ah terkadang mengambil sikap lebih radikal dan militan dalam memperjuangkan hak-hak mereka.

Dalam perkembangannya, Syi'ah terbagi menjadi beberapa aliran, seperti Imamiyah (Dua Belas Imam), Isma'iliyah, dan Zaydiyah. Masing-masing aliran memiliki perbedaan dalam hal jumlah Imam dan metode kepemimpinan. Namun, mereka tetap memegang prinsip dasar Imamah sebagai ciri khas ajaran Syi'ah.


Khawarij

  Khawarij adalah kelompok Islam yang muncul pada masa pemerintahan Ali bin Abi Thalib. Mereka awalnya merupakan pendukung Ali, namun kemudian memisahkan diri dan menentang kepemimpinannya. Khawarij memiliki pandangan politik yang radikal dan ekstrem.

Salah satu prinsip utama Khawarij adalah keyakinan bahwa seorang pemimpin dapat ditanggalkan atau dipecat jika ia dianggap berbuat salah atau menyimpang dari ajaran Islam. Mereka juga meyakini bahwa setiap muslim yang berdosa besar adalah kafir dan harus dibunuh. Secara politik, Khawarij menolak sistem monarkhi atau dinasti dalam kepemimpinan Islam. Mereka berpendapat bahwa seorang pemimpin harus dipilih berdasarkan kriteria tertentu, seperti ketakwaan dan kemampuan, tanpa memperhitungkan keturunan atau garis keluarga. Mereka percaya bahwa setiap muslim yang memenuhi kriteria tersebut berhak menjadi pemimpin, termasuk mereka sendiri.

Salah satu kelompok Khawarij yang paling radikal adalah Azariqah. Mereka memandang setiap muslim yang tidak bergabung dengan mereka sebagai kafir dan boleh dibunuh, termasuk wanita dan anak-anak. Kelompok ini menolak menerima jizyah (pajak) dari non-muslim dan menyatakan perang suci (jihad) terhadap mereka. Khawarij juga memiliki pandangan yang kaku dan intoleran terhadap perbedaan. Mereka menolak adanya interpretasi yang beragam dalam memahami ajaran Islam dan menganggap bahwa hanya mereka yang memiliki kebenaran mutlak. Hal ini menyebabkan mereka sering terlibat dalam konflik dan pertentangan dengan kelompok Islam lainnya.

Meskipun Khawarij telah lama terpecah-pecah dan tidak lagi merupakan kekuatan politik yang signifikan, namun pandangan-pandangan mereka yang radikal dan ekstrem masih mempengaruhi beberapa kelompok Islam kontemporer. Kelompok-kelompok ini seringkali mengadopsi ideologi Khawarij dalam memperjuangkan tujuan-tujuan politik mereka.

Salah satu contoh kelompok yang terinspirasi oleh Khawarij adalah Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Kelompok ini memiliki pandangan politik yang sangat mirip dengan Khawarij, seperti menghalalkan pembunuhan terhadap mereka yang dianggap murtad atau tidak sejalan dengan ideologi mereka.

Dalam konteks politik kontemporer, pemahaman tentang Syi'ah dan Khawarij menjadi penting dalam memahami dinamika politik di dunia Islam. Perbedaan pandangan dan ideologi antara kedua kelompok ini sering menjadi sumber konflik dan ketegangan di beberapa wilayah, seperti Timur Tengah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tugas Politik Islam